Marpanda |
Aku adalah seorang Guru Musik dan sekaligus seorang Terapis. Tidak senang udara panas tapi senang memandangi indahnya pantai. Paling suka memasak karena pekerjaan yang buat aku ga pake mikir. Ibu 2 anak yang masing-masing mempunyai kekuatan berprestasi yang sama. Mereka sama cantiknya dan sama baiknya. Aku sayang keluarga dan kedua ibu yang menjadi nenek/oma dari anak-anakku. |
Langit mendung, hujanpun turun dengan derasnya, sesekali petir menggelegar di atas awan. Dalam sekejap jalan yang kulalui penuh genangan air.
Banjir dimana-mana, memang sementara tapi membuat duka dan murka banyak manusia. Karena jalan-jalan menjadi macet dimana-mana.
Aku hari ini seperti yang terhukum, selesai mengikuti seminar dalam perjalanan sukawangi-setiabudi menuju arcamanik luar biasa lamanya, seperti 2x pp tol bandung-jakarta. Ya saudara-saudari….mungkin bisa mendapatkan rekor Muri, karena kutempuh dalam waktu 3 jam. Buseet ya!
Luar biasa memang, mulai A Yani sampai Golf Barat dua arah sama padatnya, merayap dan asli merayap. Luar biasa juga melatih sebuah kesabaran. Rasanya penderitaan tak ada akhirnya. Bayangkan aku dalam kondisi flu, kepala pening, perut lapar, letih, lesu, lelah semuanya ada. Dan semuanya yang tidak biasanya, bukan aku yang selalu merasa sehat dan penuh semangat.
Ya Tuhan ampunilah dosa umatMu dari segala penjuru ini. Berilah kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Semoga Kau lindungi anak-anakku sampai tiba di rumah. Itu yang dapat kuserukan padaMu ya Tuhan.
Walaupun ada kesedihan yang mendalam, karena pada saat-saat seperti ini aku tidak bisa memilih bersama dengan orang-orang yang kucintai. Bersama Rara, bersama Isyan atau bersama Rara dan Isyan. Aku sudah cek Cintaku yang sedang bertugas di Jakarta baik-baik saja, aku sudah cek Isyan yang sama mengalami nasib dengan ibunya, dan aku sudah berpesan pada Rara untuk bertahan sampai jalanan menjadi lebih normal.
Aku masih bisa mensyukuri bahwa Tuhan masih memberikan aku kesabaran yang luar biasa. Sepanjang perjalanan aku tidak mengumpat, tidak marah dan tidak panik pula. Yah memang begitu kenyataannya, pasrah yang ada…..
Walaupun setelah 3 jam perjalanan baru bisa sampai di rumah.
Tapi aku masih bisa tersenyum, dan berseru :
Mah Kaki aku ‘teol’ (bahasa Tegal hihihi)…..aku bicara pada ibuku tercinta, pk 18.30. (Jawabnya ooh, aku mau sholat dulu ya…)
Sejam kemudian, Ibuu …kaki aku pegel buangeet kata isyan yang datang pada pk 19.30. (jawabnya kasian, eh jangan lupa sholat dan latihan pianonya ya…)
Sejam setelah isyan datang, Mom ….aku datang nih, lumayan cuma sejam…kata rara dengan bangga (pk 20.30). (jawabnya hehe ya, karena aku sudah tepar di sofa).