Marpanda |
Aku adalah seorang Guru Musik dan sekaligus seorang Terapis. Tidak senang udara panas tapi senang memandangi indahnya pantai. Paling suka memasak karena pekerjaan yang buat aku ga pake mikir. Ibu 2 anak yang masing-masing mempunyai kekuatan berprestasi yang sama. Mereka sama cantiknya dan sama baiknya. Aku sayang keluarga dan kedua ibu yang menjadi nenek/oma dari anak-anakku. |
Harinya sudah semakin dekat, dan seperti biasa selalu muncul kerikil kecil di jalan yang sudah sangat mulus untuk di lalui. Bagaikan seorang pianis yang sudah mantap dengan persiapan permainan lagu-lagunya, tapi kini tangannya tak berdaya karena terjatuh dari sepeda. Semua lagu hanya ada di memori kepalanya, apa daya penyembuhan tangannya perlu waktu yang lama dan cara yang tepat.
Tuhan,
seperti biasa kepanikan akan datang pada saat harinya semakin dekat dan mulai menghitung waktunya. Tapi manusia memang susah untuk berubah. Usahanya selalu pada saat ‘kepepet’. Sepertinya itu slogan yang berulang-ulang menjadi kebiasaannya. Begitu setiap harinya dengan kesibukan-kesibukan yang tak bermakna.
Kembali lagi pada perjalan seorang pianis, yang saat ini belum dapat berkarya memakai tangannya, masih juga belum dapat membaca rencana Tuhan. Peringatan yang datang dariNya untuk menjadikan terang baginya tetap belum terbaca olehnya.
Andai saja, jika semua manusia mengerti datangnya terang setelah melewati kegelapan. Seperti layaknya janin yang ada di kandungan seorang ibu akan melihat terangnya dunia, harus bertahan kuat selama sembilan bulan lamanya. Maka rasa nyaman yang Tuhan hadirkan bisa dirasakan, walau sebelumnya mendapatkan cobaan yang begitu berat.
Kembali bercerita layaknya seorang pianis yang mempunyai semua kesehatan, kemampuan, fasilitas untuk latihannya selalu ada, tapi keselamatan tangannya belumlah sempurna, semuanya rasanya sia-sia. Tapi masihkan pianis itu belum merubah pola pikirnya? Apa yang bisa menyelesaikan keterbatasannya sebagai manusia?
Sebenarnya hanya…..
Kekuatan berdoa darinya yang Tuhan ingin tunjukkan. Kekuatan doa adalah segala-galanya sebagai kekuatan pikirannya saat ini. Berdoa sesuai waktu agamanya yang pasti tidak selama waktu latihan pianonya.
Ya Allahku,
Harinya memang sudah semakin dekat, tapi hari ini semuanya….
hari….sebelum waktunya,
hari sebelum kebiasaannya menghitung hari,
hari sebelum munculnya kepanikan karena rasa bersalah …..
dan yang paling menakutkan,
hari sebelum keputusan Allah yang tidak dapat lagi merubah sejarah karena mendatangkan keputusasaan.
Terima Kasih Tuhan,
harinya memang semakin dekat, tapi saya percaya seorang pianis yang belum bisa maksimal memakai kekuatan tangannya, dia bisa membuka kekuatan pikirannya dengan memulai hari ini dengan doa-doanya. Dan doa-doanya menjadi kekuatan tangannya. Pada saat jemarinya kembali di atas piano, dia menyadari kemurahan selalu Tuhan berikan untuknya.
Harinya sudah semakin dekat, dan saya percaya Tuhan akan memberikan kesembuhan baginya.
Walaupun semua hari adalah hari baik, tapi hari ini adalah hari terbaik baginya.